PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Kalteng melakukan rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan (Disdik), Kamis (9/1/2025). Rapat itu membahas berbagai hal, terutama langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng Muhammad Ansyari memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan oleh Disdik. Ia menganggap Disdik dibawah pimpinan Muhammad Reza patut mendapat apresiasi meski baru menjabat sebagai kepala dinas.
“Dalam rapat itu saya mendorong agar penambahan jumlah guru untuk pendidikan khusus, mengingat permintaan yang semakin tinggi,” kata Ansyari.
Sekretaris Komisi III Bryan Iskandar turut menambahkan sekalgisu menyarankan agar rencana penghapusan sistem zonasi di sekolah-sekolah dapat dikelola dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat.
Ia juga mengusulkan agar unit sekolah baru dibangun di beberapa daerah untuk mengatasi ketimpangan jumlah sekolah tingkat SMP dan SMA.
“Program-program yang ada sangat baik, tetapi perhatian terhadap pemerataan fasilitas pendidikan dan mitigasi dampak kebijakan sangat diperlukan, agar semua siswa memiliki kesempatan yang setara,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Disdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo dalam pemaparannya mengungkapkan berbagai program prioritas yang sudah dilaksanakan. Diantaranya program transformasi Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi konversi Program Keluarga Harapan (PKH)
“Selain itu, kami juga fokus pada inovasi teknologi, seperti mengganti papan tulis tradisional dengan papan tulis interaktif berbasis digital. Platform transparansi dana BOS bernama PENA Berkah juga sudah diluncurkan untuk menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan,” jelasnya. (red1)