PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Pipit Setyorini mendorong pemerintah untuk terus memperkuat program Optimalisasi Lahan (OPLA) dan cetak sawah. Dua program tersebut dinilai sangat potensial untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
“Tentu saja hal ini juga berpotensi sebagai peluang besar untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Pipit, Minggu (13/4/2025).
Menurut Pipit, OPLA dan cetak sawah juga merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Atas pertimbangan itu, maka wajar jika OPLA dan cetak sawah terus digenjot.
“Selain dapat meningkatkan kesejahteraan petani, juga berdampak besar sebagai pemasukan daerah,” ucap Pipit,
Pipit mengatakan, pada tahun 2025 total luasan lahan untuk program cetak sawah dan OPLA di Kalteng mencapai 102.622 hektare. Artinya proyek seluas itu tentu memerlukan dukungan ratusan unit alat berat dan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar.
“Penggunaan alat berat dan BBM dalam skala besar ini perlu menjadi perhatian, karena ini adalah potensi PAD yang sangat signifikan,” jelasnya.
Bersamaan dengan itu juga Pipit meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bisa berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP).
“Sinergi lintas sektor penting agar potensi PAD dari sektor Pajak BBM dan Pajak Alat Berat dapat dimaksimalkan,” tandasnya. (red1)