JAKARTA – Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025), Presiden terpilih RI Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah janji mengejutkan kepada kalangan buruh di seluruh Indonesia.
Di hadapan ribuan massa buruh dari berbagai daerah, Prabowo menyatakan bahwa dirinya telah menyiapkan “hadiah spesial” untuk para pekerja. Salah satu di antaranya adalah rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, yang akan terdiri dari tokoh-tokoh buruh terkemuka dari seluruh Indonesia.
“Tugas dewan ini adalah mempelajari kondisi buruh, memberikan masukan kepada Presiden tentang undang-undang yang tidak berpihak, dan regulasi yang merugikan. Jika memang tidak adil, akan kita perbaiki,” tegas Prabowo disambut sorakan massa.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga mengumumkan rencana pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan tinggal diam terhadap praktik PHK sepihak yang merugikan pekerja.
“Negara tidak boleh diam. Negara akan turun tangan! Jangan ada rakyat kita yang diperlakukan seenaknya,” ujarnya lantang.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung sosok Marsinah, aktivis buruh yang wafat tragis pada era 1990-an. Ia menyampaikan dukungannya agar Marsinah mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional, atas jasa dan perjuangannya dalam membela hak-hak buruh.
“Marsinah adalah simbol perjuangan buruh Indonesia. Kita akan perjuangkan agar beliau dikenang secara terhormat dan diberikan gelar yang layak,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa dirinya telah mencalonkan diri sebagai presiden sebanyak lima kali, dan baru pada percobaan kelima mendapat kepercayaan rakyat. Ia mengucapkan terima kasih kepada buruh yang selalu setia mendukungnya.
“Saya merasa menjadi Presiden buruh! Dan saya akan bekerja sekeras-kerasnya agar tidak ada anak Indonesia yang lapar, semua bisa sekolah gratis, dan mendapatkan layanan kesehatan terbaik.”
Acara May Day 2025 ini berlangsung meriah namun tetap damai, diwarnai dengan aksi teatrikal, orasi serikat pekerja, serta pembagian kaos bertuliskan “May Day is Kolaborasi Day” sesuai tema nasional tahun ini. (red1)