PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menghadapi tantangan besar. Asisten Setda Kalteng bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Herson B. Aden, mengungkapkan tingginya angka sisa makanan hingga 60 persen menjadi salah satu masalah utama yang perlu segera diatasi.
Hal ini disampaikan Herson saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Rapat Bajakah Utama, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (21/8/2025).
Menurut Herson, kendala utama bukan pada ketersediaan lahan, melainkan penentuan titik lokasi. Target penyediaan makanan bergizi bagi 3.000 siswa per hari sulit dipenuhi karena rendahnya kepadatan penduduk dan jarak antardesa yang berjauhan.
“Dengan luas wilayah 153 ribu km² dan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa, kepadatan hanya 18 jiwa per km². Satu desa bisa hanya memiliki satu sekolah dengan murid 50 orang, sementara desa berikutnya bisa ditempuh hingga 3 jam perjalanan. Kalau makanan diangkut, ada risiko basi,” jelasnya.
Herson menambahkan, program MBG baru berjalan di wilayah perkotaan, namun perbedaan selera membuat angka sisa makanan tetap tinggi. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat menyesuaikan strategi distribusi agar lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan sejumlah kriteria teknis pembangunan SPPG, mulai dari status lahan, kesesuaian tata ruang, keamanan hukum, hingga ketersediaan akses jalan beraspal. Dua tipe bangunan disiapkan: ukuran 20×20 meter dengan kapasitas 3.500 pax per hari, dan ukuran 10×15 meter dengan kapasitas 1.500 pax per hari.
Sementara itu, perwakilan Setjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Dwi Yani Anggun Sari, menyebut Kalteng bersama Maluku Utara masuk batch 3 pemantauan pembangunan SPPG. Pihaknya menggandeng Kementerian PUPR dan Satker BGN untuk memfasilitasi kabupaten/kota melalui pemerintah provinsi.
Beberapa daerah yang masuk rencana peninjauan antara lain Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, dan Katingan. Pemerintah berharap pembangunan SPPG di Kalteng berjalan sesuai target nasional serta mampu menjawab tantangan penyediaan makanan bergizi hingga pelosok desa. (cen)