PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah memastikan biaya penanganan medis terhadap 38 peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Kalteng yang mengalami gejala keracunan makanan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Leonard S. Ampung, saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (26/11/2025).
“Kita melihat bahwa ini masih menjadi instruksi pimpinan untuk ditelusuri penyebab pastinya. Tapi yang terpenting, kita bersyukur semuanya dapat ditangani cepat oleh tim medis dan rumah sakit terdekat,” ujar Leonard.
Ia menekankan bahwa insiden tersebut menjadi catatan penting bagi panitia dan pihak terkait dalam penyelenggaraan kegiatan skala besar, khususnya yang melibatkan layanan katering dan konsumsi.
“Ke depan, penyelenggaraan event keagamaan maupun kegiatan besar lainnya jangan sampai lengah. Untuk urusan konsumsi harus lebih selektif dan pengawasannya diperketat. Semua stakeholder harus memahami tugasnya agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Terkait pembiayaan perawatan peserta yang terdampak, Leonard memastikan seluruh biaya ditanggung Pemprov melalui anggaran panitia dan dukungan dana hibah pemerintah daerah.
“Anggarannya dari panitia dan juga dari hibah Provinsi Kalteng,” jelasnya.
Leonard menambahkan bahwa selain penanganan medis, Pemprov juga akan memastikan kenyamanan peserta lainnya selama kegiatan berlangsung agar pelaksanaan Pesparani tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Kita ingin kegiatan ini berjalan sesuai tujuan, yaitu momen doa, kebersamaan, dan sukacita. Jadi keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas,” pungkasnya. (red1)
