PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) kembali menggelar Pasar Murah Tahap II di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, di halaman Masjid Agung Riyadlush Shalihin Pangkalan Bun, Senin (8/12/2025).
Pada tahap ini, Pemprov menyalurkan 16.165 paket sembako untuk 81 desa dan kelurahan di enam kecamatan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain pasar murah, kegiatan juga dirangkai dengan cek kesehatan gratis untuk masyarakat.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan kegiatan pasar murah merupakan langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat, terutama menjelang Nataru ketika harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan.
“Kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kami. Pemerintah tidak ingin ada masyarakat Kalteng yang kesulitan sekolah, kuliah, berobat saat sakit, atau membeli kebutuhan pokok,” tegasnya.
Sementara fasilitas cek kesehatan gratis digelar sebagai upaya deteksi dini kesehatan masyarakat.
“Layanan kesehatan harus dapat diakses semua lapisan masyarakat,” ujar Gubernur.
Setiap paket sembako terdiri dari beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 2 liter. Harga satu paket senilai Rp147.500, namun setelah subsidi Pemprov sebesar Rp132.500, masyarakat seharusnya hanya menebus dengan harga Rp15.000 per paket.
Namun melihat antusiasme warga yang membludak, Gubernur Agustiar akhirnya menggratiskan seluruh paket sembako tersebut.
Sebaran Paket per Kecamatan (16.165 Paket) Kecamatan Arut Selatan 5.385, Arut Utara 565 paket, Kotawaringin Lama 1.580 paket, Kumai 2.610 paket, Pangkalan Banteng 3.055 paket, Pangkalan Lada 2.970 paket.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan simbolis Bantuan Pangan Pemerintah (BP-Periode Oktober–November 2025) sebanyak 7.251 paket, berisi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Selain itu, Pemprov juga menyerahkan 118 unit Alsintan Pasca Panen kepada kelompok tani di wilayah Kobar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemprov Kalteng dalam menjaga ketahanan pangan, pengendalian inflasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (red1)
