PALANGKA RAYA – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti kepulangan jemaah umroh Al-Mabrur asal Palangka Raya yang tiba kembali di Tanah Air melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (8/2/2026).
Kepulangan ini menandai berakhirnya rangkaian ibadah umroh yang telah dijalani para jemaah sejak 27 Januari 2026 di Tanah Suci Makkah dan Madinah. Tangis haru, doa, serta pelukan keluarga mewarnai momen pertemuan kembali setelah menuntaskan ibadah.
Dalam acara penyambutan dan perpisahan rombongan, pembimbing ibadah umroh, Ustadz Nandang Saifullah, menyampaikan pesan spiritual agar para jemaah mampu menjaga kualitas ibadah yang telah dibangun selama berada di Tanah Suci.
“Amal-amal salat yang sudah kita kerjakan di Tanah Suci mudah-mudahan bisa terus dikerjakan dan dijaga keistikomahannya di rumah masing-masing. Semoga Allah menerima dan memberkahi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ujian sesungguhnya justru dimulai setelah kembali ke tanah air, ketika suasana ibadah tidak lagi seintens di Makkah dan Madinah. Karena itu, para jemaah diajak untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah terbentuk selama menjalankan ibadah umroh.
Selain itu, Ustadz Nandang juga mengingatkan bahwa kepulangan jemaah bertepatan dengan momentum istimewa menjelang bulan suci Ramadan. Menurutnya, Ramadan merupakan kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat ketakwaan.
“Kita sebentar lagi akan menjelang bulan Ramadan. Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan sehingga ibadah kita semakin meningkat, dan semoga kita semua mendapat husnul khatimah,” tuturnya, yang diamini para jemaah.
Sementara itu, Edy, perwakilan jemaah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak penyelenggara perjalanan umroh Al-Mabrur Nadia Insani yang dinilai tidak hanya memberikan pelayanan perjalanan, tetapi juga bimbingan ibadah secara menyeluruh.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pelayanan terbaik kepada kami. Travel bukan hanya mengantar, tetapi juga membimbing kami sehingga lebih mengenal dan mencintai Baitullah serta Rasulullah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebersamaan selama berada di Tanah Suci telah menumbuhkan ikatan kekeluargaan yang erat di antara para peserta rombongan.
“Kami merasa bukan hanya satu rombongan, tetapi seperti keluarga besar yang baru. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga walau perjalanan umroh telah selesai,” katanya.
Para jemaah juga mendoakan agar Al-Mabrur Nadia Insani terus berkembang serta mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jemaah di masa mendatang.
Kegiatan kepulangan ditutup dengan doa bersama dan salam perpisahan penuh haru, menandai berakhirnya perjalanan ibadah yang diharapkan membawa keberkahan serta perubahan spiritual bagi seluruh peserta, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan. (red1)
