KUALA KURUN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendorong optimalisasi pemanfaatan pasar rakyat yang telah dibangun di sembilan kecamatan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota DPRD Gunung Mas, Darwinso Concon, mengatakan bangunan pasar rakyat tersebut sudah diserahkan kepada pihak kecamatan untuk dikelola. Karena itu, ia berharap pasar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Ada sembilan kecamatan sudah dibangun pasar rakyat dan kini sudah diserahkan ke kecamatan. Maka dari itu kami berharap dapat digunakan serta dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga hasilnya dapat meningkatkan PAD kita,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, pasar rakyat tersebut dibangun sejak 2015 menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Namun hingga kini, belum ada satu pun pasar yang disewakan.
Menurut Concon, perlu perhatian khusus dalam pengelolaan dan pemeliharaan bangunan agar tidak terbengkalai.
“Dalam pemeliharaan dan penggunaannya harus diaktifkan. Jangan sampai bangunan itu tidak terpelihara serta terlihat terbengkalai. Artinya harus bisa dan dapat diaktifkan lagi,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah kecamatan untuk melakukan sosialisasi dan pendekatan intensif kepada masyarakat agar mau memanfaatkan pasar sebagai sarana usaha.
“Kalau ada yang mau menggunakannya, berilah peluang bagi masyarakat untuk berusaha. Itu bisa membantu mereka mengembangkan diri dalam menjalankan bisnis,” tambahnya.
Adapun sembilan kecamatan yang memiliki bangunan pasar rakyat tersebut yakni Kecamatan Sepang, Mihing Raya, Manuhing Raya, Kurun, Rungan, Tewah, Kahut, Miri Manasa, dan Damang Batu.
Pada 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah menyerahkan pengelolaan pasar tersebut kepada masing-masing kecamatan. DPRD berharap kecamatan dapat mengefektifkan kembali fungsi pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus sumber peningkatan PAD daerah. (red1)
