PALANGKA RAYA – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Palangka Raya, Minggu (1/3/2026) malam, mengakibatkan tenda stan Pasar Ramadan di Jalan Ais Nasution roboh. Sedikitnya tujuh stan dilaporkan terdampak dan mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB hingga 22.00 WIB. Tiang penyangga tenda yang diduga sudah tidak layak pakai patah dan ambruk saat diterpa angin kencang. Selain itu, sejumlah papan nama stan juga rusak akibat tertimpa rangka tenda.
Maryana (54), pedagang Kurma Naura Putri yang masih berada di lokasi saat kejadian, mengatakan sebagian besar pedagang sudah pulang ketika angin mulai kencang.
“Banyak pedagang yang sudah pulang. Kejadiannya sekitar jam 9 malam. Ada tujuh stan yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi peralatan tenda memang perlu mendapat perhatian serius. Para pedagang berharap ke depan peralatan yang sudah tidak layak bisa segera diganti demi keamanan bersama.
“Kami menyarankan agar peralatan yang tidak layak diganti supaya tidak terjadi lagi masalah serupa,” tambahnya.
Dari pantauan di lapangan, genangan air di atas atap terpal turut memperparah kondisi. Air yang menumpuk menambah beban pada rangka tenda. Ketika angin kencang datang, tiang yang sudah berkarat dan dimakan usia tidak lagi mampu menahan tekanan.
Meski terdampak, para pedagang tetap berupaya melanjutkan aktivitas berjualan. Hingga kini, perbaikan tenda yang rusak masih terus dilakukan agar bisa kembali digunakan secepatnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, membenarkan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut.
“Saya sudah minta diupayakan supaya sore ini sudah bisa digunakan lagi untuk berdagang. Mudah-mudahan timnya ditambah dan bisa selesai hari ini,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Terkait kondisi tenda yang dinilai sudah lama, ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan tenda sewaan, bukan aset tetap pemerintah.
“Tenda itu disewa, jadi bukan aset tetap pemerintah. Mungkin dari situ juga menjadi pemasukan untuk kegiatan ke depan,” jelasnya.
Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang selama pelaksanaan Pasar Ramadan berlangsung di Kota Palangka Raya. (red1)
