WartaSenja.com
Berita Utama

Meski Disebut Tutup, Aktivitas di Pal 12 Diduga Masih Ada, Satpol PP Palangka Raya Jadi Sorotan

pal 12

PALANGKA RAYA – Pernyataan penutupan aktivitas di eks lokalisasi Pal 12 oleh pemerintah kota kembali dipertanyakan. Hasil investigasi redaksi kaltengoke.com menemukan sejumlah tempat di kawasan tersebut diduga masih beroperasi hingga dini hari selama bulan Ramadan.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Berlianto, menyatakan bahwa aktivitas di kawasan eks lokalisasi Pal 12 telah ditutup. Namun temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda.

Berdasarkan penelusuran tim redaksi di kawasan Pal 12, aktivitas di sejumlah tempat hiburan dan warung yang diduga menyediakan layanan prostitusi terselubung masih terlihat berlangsung. Beberapa pengunjung tampak keluar masuk lokasi hingga larut malam bahkan menjelang dini hari.

Selain di kawasan Pal 12, aktivitas serupa juga ditemukan di sejumlah warung remang-remang di sepanjang Jalan Lingkar Luar Mahir Mahar, Kota Palangka Raya. Warung-warung tersebut terlihat tetap beroperasi meski saat bulan Ramadan.

Dari hasil pengamatan di lapangan, beberapa warung diduga masih menjual minuman keras secara sembunyi-sembunyi. Selain itu, praktik prostitusi disebut-sebut masih terjadi dengan pola yang lebih tertutup dibanding hari-hari biasa.

Beberapa warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku aktivitas tersebut bukan hal baru. Menurut mereka, selama Ramadan pun sejumlah tempat masih buka hingga dini hari.

“Kalau dibilang tutup total, sepertinya tidak. Masih ada saja yang buka, cuma sekarang lebih tertutup,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi, Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Temuan tersebut juga diperkuat oleh pengakuan salah seorang perempuan yang mengaku bekerja di kawasan eks lokalisasi Pal 12. Perempuan berinisial I itu menyebut aktivitas di lokasi tersebut masih berlangsung meski tidak seramai sebelumnya.

“Sekarang tiga gang saja. Kalau tempat karaoke yang buka paling sekitar sepuluh,” ungkapnya.

Ia juga mengaku razia dari aparat pernah dilakukan. Namun menurutnya, aktivitas kembali berjalan setelah razia selesai.

“Kalau ada razia biasanya tutup sebentar, habis itu buka lagi,” katanya.

Sementara itu, di kawasan warung remang-remang di Jalan Lingkar Luar Mahir Mahar, aktivitas disebut tetap berlangsung dengan pola yang lebih tertutup.

Menurut sumber yang ditemui di lokasi, sejumlah tempat biasanya menghentikan sementara aktivitas ketika ada razia aparat, namun kembali beroperasi setelah petugas meninggalkan lokasi.

Masih ditemukannya aktivitas di eks lokalisasi Pal 12 maupun warung remang-remang di kawasan Lingkar Luar Mahir Mahar menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan pemerintah kota terhadap aktivitas hiburan malam selama bulan Ramadan. (red1)

Related posts

Tali Pusat Masih Menempel, Bayi Malang Dibuang di Halaman Gereja

Tim Redaksi

Soal Bansos, Gubernur dan Pejabat Pemprov Dilaporkan ke KPK, Plt Sekda Kalteng: Hanya Sebatas Dugaan Saja

Tim Redaksi

Perjualbelikan Pupuk Subsidi di Atas HET, Pria di Kalteng Diciduk Polisi

Tim Redaksi

Leave a Comment