PALANGKA RAYA – Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Kewaspadaan Dini Daerah untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di Ruang Vicon Kantor Kesbangpol, baru-baru ini. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan dari seluruh kabupaten/kota di Kalteng untuk duduk bersama dan menyamakan langkah.
Rapat yang berlangsung secara hybrid ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalteng, Katma F. Dirun, didampingi Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Edy Yusuf, serta Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Yohanni Eveline J.
Dalam paparannya, Katma menekankan bahwa deteksi dini terhadap potensi ancaman harus dilakukan secara terstruktur dan partisipatif.
“Karakteristik tiap daerah berbeda. Maka, pendekatan yang digunakan pun harus disesuaikan dengan konteks lokal masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi lintas sektor dan pelibatan tokoh-tokoh masyarakat dalam strategi pencegahan.
Rapat ini tidak hanya membahas langkah-langkah teknis kewaspadaan, tetapi juga menjadi forum berbagi praktik baik dari berbagai daerah. Beberapa wilayah melaporkan isu-isu seperti meningkatnya penyebaran hoaks, ketegangan sosial akibat isu lingkungan, hingga gejala konflik horizontal yang mulai muncul di akar rumput.
“Peran Kesbangpol di daerah sangat krusial, terutama dalam menjaga stabilitas dan meredam potensi konflik sedini mungkin,” tutup Katma. (red1)