PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan dirinya tidak alergi terhadap kritik. Ia bahkan menyebut kritik sebagai vitamin untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Wisuda Sarjana XXXIX dan Magister XVI Tahun 2025 di Aula UIN Palangka Raya, Rabu (26/11/25).
Di hadapan ratusan wisudawan, Agustiar menyampaikan bahwa pemimpin harus memiliki keteguhan hati, rendah hati, dan kemampuan mendengar suara rakyat.
“Saya terbuka untuk kritik. Saya senang membaca komentar-komentar masyarakat. Kalau itu kritik yang baik, saya anggap sebagai vitamin untuk memperbaiki diri,” tegasnya.
Menurutnya, kritik bukan musuh, melainkan alat untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berada pada arah yang benar.
Agustiar juga menanggapi tentang kebiasaannya yang jarang membalas komentar atau perdebatan di media sosial.
“Kalau saya balas, apa bedanya saya dengan mereka? Lebih baik saya dengarkan, saya senyumi, dan saya buktikan dengan kerja,” ujarnya.
Selama sembilan bulan memimpin Kalteng, Agustiar mengaku terus mengedepankan transparansi dan keterbukaan. Ia meminta masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa, berperan aktif memberikan saran maupun kritik.
“Kami pemimpin baru, masih terus belajar. Kalau ada yang salah, jangan sungkan mengingatkan. Justru itu tanda sayang pada daerah,” katanya.
Gubernur juga menekankan bahwa membangun Kalimantan Tengah memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia mendorong mahasiswa menjadi pengontrol kebijakan dan agen perubahan.
“Mahasiswa adalah penggerak perubahan. Kritik kalian sangat berharga untuk memajukan daerah ini,” tutupnya. (red1)
