SAMPIT – Asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini paling terasa pada malam hingga dini hari dan mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait dampak kesehatan.
Sejumlah warga mengeluhkan bau asap yang mulai tercium meski jarak pandang masih tergolong aman. Aroma asap dinilai cukup mengganggu kenyamanan, terutama bagi kelompok rentan.
“Asapnya sudah mulai terasa, meski belum terlalu parah. Tapi tetap saja ini tidak baik untuk kesehatan, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Kami berharap kondisinya tidak semakin memburuk,” ujar Wahyu, salah seorang warga Kota Sampit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim, Multazam, membenarkan adanya potensi sebaran asap yang masuk ke wilayah perkotaan akibat aktivitas karhutla yang masih terjadi di wilayah sekitar.
Namun demikian, hingga saat ini BPBD belum dapat memastikan kualitas udara secara pasti, lantaran alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kotim dilaporkan mengalami kerusakan.
“Untuk alat pengukur ISPU, informasi terakhir saat rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), alat yang ada saat ini dalam kondisi rusak,” kata Multazam saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa faktor angin turut memengaruhi pergerakan asap. Berdasarkan pemantauan sementara, angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan yang cukup kencang, sehingga membawa asap ke wilayah Kota Sampit.
“Angin dari arah barat cukup lumayan kencang. Sementara hotspot masih terjadi, meskipun lokasinya cukup jauh, sehingga kami belum bisa melakukan pengecekan langsung ke lokasi,” jelasnya.
BPBD Kotim terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak lanjutan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat.
“Mudah-mudahan malam ini turun hujan sehingga bisa membantu meredam dampak asap karhutla,” pungkas Multazam. (red1)
